5 perkara yang dicintai dan dilupakan manusia pada akhir zaman

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2016-06-12 23:57:02 / 7574 Views

5 perkara yang dicintai dan dilupakan manusia pada akhir zaman

Nabi Muhammad Saw. Bersabda:

"Akan datang suatu masa, dimana umatku lebih mencintai kepada lima perkara dan melupakan lima perkara lainnya, yaitu : Lebih mencintai duniawi dan melupakan ukhrawi (akhiratnya). Lebih cinta hidup dan melupakan mati. Mencintai gedung-gedang ber-mahligai dan lupa kubur. Mencintai harta benda dan melupakan hisab dan mereka lebik mencintai kepada sesarna makhluk dan melupakan Sang Khaliq, Allah SWT."

Pada akhir masa, umai manusia akan lebih mencintai kepada lima perkara dan melupakan lima perkara lainnya, yaitu :

Pertama, mencintai dunia dan melupakan kehidupan akhirat.

Sungguh cinta kepada dunia akan melalaikan hidup kita serta membutakan hati. Sebagian ahli hikmah berpendapat, cinta dunia mengakibatkan empat kerugian, yaitu di dalam hati akan timbul keragu-raguan terus-menerus, selalu merasa kekurangan, selalu direpotkan/disibukkan dengan berbagai masalah, dan selalu diganggu dengan keinginan-keinginan yang tiada henti. Rasulullah saw berkata:

"Barangsiapa yang mendambakan kehidupan akhirat, Tuhan menjadikan kekayaan dalam hatinya, dikumpulkan segala kepentingannya dan diberikan kepadanya kenikmatan hidup di dunia seperlunya saja. Dan barangsiapa menginginkan kehidupan dunia, Allah menjadikan kemiskinan antara dua matanya, dipisahkan darinya segala yang menjadi kebutuhannya, dan tidak diberikan kepadanya kenikmatan hidup, kecuali apa yang sudah ditentukan"

Kedua, mencintai Hidup dan melupakan mati.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari 'Aisyah ra. sebagai berikut:

"Barangsiapa yang membaca "Allaahumma Baarik Lii Fii Mauti Wafimaa ba’dal Maut" (Wahai Tuhanku, berkatilah saya dalam kematian dan sesudahnya), setiap hari sebanyak dua puluh lima kali, kemudian ia mati diatas tempat tidurnya. maka Allah akan memberikan kepadanya pahala orang mati syahid."

Ketiga, mencintai gedung-gedung yang mewah, yakni rumah-rumah yang direnovasi sedemikian rupa dan melupakan alam kubur dengan berbagai penderitaannya.

Disaat inilah manusia berlomba-lomba membanguan rumah yang serba mewah, manusia sangat bersemangat membangun rumah di dunia ini namun lupa membangun rumahnya di akhirat, lupa membangun rumah di kuburannya, sehingga ketika mereka mati tak ada tempat yang nyaman baginya, karena mereka tidak pernah membangun rumah akhiratnya ketika di dunia, dia lupa shalat yang 5 waktu lupa kepada kewajibannya sendiri lupa kepada beribadah kepada Allah, padahal kesemuanya itu adalah merupakan bahan bangunan untuk mendirikan rumah yang megah dikubur lebih-lebih disurga. Namun sesuai janji Allah kubur itu bisa menjadi satu kebun dari kebun surga jika penghuninya orang yang taat kepada Allah, dan bisa menjadi satu lubang dari api neraka jika penghuninya adalah orang yang maksiat.

Keempat, lebih mencintai kepada harta benda dan melupakan hisab (pertanggung jawabannya).

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Ad Dailami yang artinya sebagai berikut :

"Zuhud adalah kamu mencintai apa-apa yang dicintai oleh Penciptamu dan kamu benci terhadap apa-apa yang dibenci Pencipta-mu, kamu keluar dari dunia yang halal seperti kamu keluar dari dunia yang haram, karena halalnya menjadi hisaban, dan yang haramnya menjadi siksaan, kamu harus menyayangi orang-orang muslim, seperti kamu menyayangi dirimu sendiri, kamu harus mencegah dari perkataan yang tidak bermanfaat bagimu, seperti kamu mencegah dari perkara yang haram, kamu harus mencegah dari makan yang banyak, seperti kamu mencegah dari harta duniawi dan hiasannya, seperti kamu mencegah dari api dan kamu harus memendekkan angan-anganmu tentang dunia, maka inilah zuhud di dunia."

Kelima, mencintai makhluk dan melupakan Sang Khaliq (Pencipta).

Apabila seseorang sudah berangan-angan, maka ia akan melupakan mati, kesusahan-kesusahan di akhirat, cinta kepada dunia dan bergaul dengan makhluk, hatinya menjadi keras, sehingga meninggalkan kewajiban, bermalas-malasan untuk mencari bekal di akhirat dan mengulur-ulur pertaubatan. Rasulullah Saw. pernah melewati suatu majlis yang di dalamnya terdengar suara terbahak-bahak, maka beliau bersabda:

"Kamu harus mencampurkan majlis-majlismu dengan perkara yang mengeruhkan kelezatan-kelezatan." Mereka bertanya, "Apakah yang mengeruhkan kelezatan-kelezatan itu?" Beliau bersabda, "Maut".

(Sumber: Kitab Nashoihul 'Ibad, Gambar: https://perkarahati.files.wordpress.com/2015/07/cinta-dunia-2.jpg


Share this article on
Today Quote:
It is better for a leader to make a mistake in forgiving than to make a mistake in punishing. (Hadits)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or