Hukum Zakat Fitrah di Indonesia Ketika Tinggal Di Taiwan

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2021-05-01 15:22:28 / 1680 Views

Hukum Zakat Fitrah di Indonesia Ketika Tinggal Di Taiwan

Secara umum ulama menyatakan, pemindahan zakat ke negeri lain tidak diperbolehkan. Sebagian ulama dengan tegas melarangnya dan sebagian yang lainnya membolehkan dengan catatan.

Ulama mazhab Syafi’i menyatakan kewajiban seseorang untuk mengeluarkan zakat fitrah di negeri mereka tinggal sebagaimana keterangan Imam An-Nawawi dari Mazhab Syafi’i berikut ini:

 وان وجبت عليه زكاة الفطر وهو في بلد وماله فيه وجب اخراجها إلى الاصناف في البلد لان مصرفها مصرف سائر الزكوات

Artinya, "Jika datang waktu wajib pembayaran zakat fitrah pada seseorang, sementara ia dan hartanya ada di suatu negeri, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya kepada golongan penerima zakat yang ada di negeri tersebut karena tempat tasaruf zakat fitrah sama saja dengan tempat tasaruf zakat jenis lainnya," (An-Nawawi, Al-Majmu Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz VI, halaman 179).

Pandangan yang sama juga dinyatakan oleh Imam Malik dan Imam Ahmad. Imam Malik menyatakan larangan pemindahan zakat dengan catatan kebutuhan di negeri sasaran. Sedangkan Imam Ahmad mensyaratkan keharaman memindahkan zakat ke sebuah negeri dengan jarak boleh qashar shalat. Sementara tidak ada mustahik pada negeri sasaran pemindahan zakat. ,” (As-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz II, halaman 15).

 ومن ذلك قول مالك والشافعي في أظهر قوليه وأحمد في أظهر روايتيه إنه لا يجوز نقل الزكاة إلى بلد آخر، واستثنى مالك ما إذا وقع بأهل بلد حاجة فينقلها الإمام إليهم على سبيل النظر والاجتهاد

Artinya, “Di antaranya adalah pendapat Imam Malik dan As-Syafi’i pada dua pendapatnya yang lebih zahir dan pendapat Imam Ahmad pada riwayatnya yang paling zahir bahwa pemindahan zakat ke negeri lain tidak boleh. Imam Malik mengecualikan pandangannya ketika suatu penduduk negeri membutuhkan, pemerintah boleh memindahkan zakat kepada mereka dengan jalan pertimbangan dan ijtihad (As-Sya’rani, tanpa tahun: II/15).

Imam Abu Hanifah membolehkan penyaluran zakat ke luar negeri domisili sejauh ada kerabat dan kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan dari negeri domisilinya.

 وقال أبو حنيفة يكره نقل الزكاة إلا أن ينقلها إلى قرابة محتاجين أو قوم هم أمس حاجة من أهل بلده فلا يكره

Artinya, “Imam Abu Hanifah berpendapat, pemindahan zakat ke negeri lain dimakruh kecuali pemindahan zakat pada kerabat yang membutuhkan atau suatu kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan daripada penduduk negerinya. Pada ketika ini, pemindahan zakat tidak dimakruh,” (As-Sya’rani, tanpa tahun: II/15).

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan seseorang perlu menimbang tingkat kebutuhan atas zakat fitrah tersebut di negeri domisili dan Tanah Air. Kalau pun zakat di negeri domisili juga akan disalurkan ke negeri lain, lebih disarankan untuk menyalurkan zakat fitrahnya di tanah air.

Sumber: bahstul masail NU Online


Share this article on
Today Quote:
If you want to destroy any nation without war, make adultery & nudity common in the next generation. – Salahuddin Ayyubi Quote.

Posted in taiwanhalal.com

Logged on as Taiwan Halal