Haid di Bulan Ramadan? Jangan Sedih, 4 Amalan Berikut Tetap Halal Dilakukan

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2019-05-14 14:42:36 / 687 Views

Haid di Bulan Ramadan? Jangan Sedih, 4 Amalan Berikut Tetap Halal Dilakukan

Bulan ramadan merupakan bulan penuh berkah yang dinanti umat Islam di berbagai penjuru dunia. Pahala yang dilipatgandakan, ampunan yang dibuka luas, merupakan salah hal yang memacu semangat untuk berlomba-lomba dalam beribadah. Tapi bagaimana kalau tiba-tiba haid datang?

Bagi kaum perempuan pada umumnya, datang bulan atau haid merupakan hal yang wajar dijumpai setiap bulannya. Ketika haid datang, tentu kaum wanita tidak dapat ikut menjalankan beberapa ibadah, salah satunya berpuasa di bulan ramadan. Bahkan sekali pun perempuan telah berpuasa seharian lalu menjelang maghrib tiba-tiba keluar darah haid, puasanya tetap batal dan harus mengqodho (mengganti) puasanya di kemudian hari.

Namun, ternyata haid bukan berarti kaum perempuan sama sekali tidak bisa beribadah. Dijelaskan dalam kitab Taqrib, ada delapan jenis ibadah yang dilarang dilakukan oleh perempuan yang sedang haid atau nifas. Ibadah yang dimaksud ialah salat, puasa, membaca alquran, menyentuh dan membawa mushaf, masuk masjid, thawaf, jima’, dan bersenang-senang sendiri dengan organ kemaluan. Madzhab maliki memiliki perbedaan pandangan dengan madzhab Syafi’iyah tadi. Menurut madzhab maliki secara mutlak membolehkan membaca alquran. Sedangkan madzhab Hanbali membolehkan I'tikaf di masjid.

Haid memang membatasi perempuan untuk melakukan ibadah tertentu, namun ibadah-ibadah berikut tetap dapat dilakukan dalam rangka melipatgandakan kebaikan di bulan yang penuh berkah ini. Apa saja?

1. Mencari Ilmu

Tidak ada perdebatan lagi bahwa mencari ilmu mendatangkan manfaat yang besar baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, mencari ilmu juga bernilai ibadah, bahkan setara dengan berjihad. Dalam sebuah hadis dijelaskan:

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ

“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

2. Berdzikir

Rasulullah pernah bersabda, “Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”. (HR. Bukhari)
Begitu istimewanya dzikir sehingga menjadi indikasi hidupnya hati seseorang. Maka, dzikirpun menjadi ibadah yang dianjurkan bagi siapa saja dan kapan saja, termasuk untuk perempuan yang sedang haid. Dzikir yang dilakukan dapat berupa bacaan tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lainnya.

Dalam momen bulan ramadan, terdapat satu momen yang ditunggu-tunggu yakni Lailatul Qadar yang setara dengan malam seribu bulan. Perempuan haid/nifas, seperti umat Islam pada umumnya, sangat dianjurkan memanfaatkan hari demi hari, detik demi detik, sepanjang bulan suci ini untuk beribadah, termasuk berzikir.

Suatu ketika Sayyidah Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu Lailatul Qadar, doa apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku).” (HR Ibnu Majah)

3. Berdoa

Bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, berdoa juga merupakan ibadah yang dianjurkan. Sebuah hadis menyebutkan doa sebagai mukhkhul ‘ibâdah (otak dari ibadah). Doa pun dapat dilafalkan dalam bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid atau nifas.

Tidak hanya sekadar meminta, doa yang berakar kata dari da‘â-yad‘û-du‘â juga berarti berseru atau memanggil. Doa mengandung ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa bisa juga disebut bermunajat.

4. Melakukan kegiatan sosial

Sebagai sesama hamba Allah dan makhluk sosial yang tidak lepas berinteraksi dengan sesama, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang positif. Banyak pilihan yang dapat dilakukan seperti menanam pohon, memberi makan kaum fakir, memudahkan urusan orang lain, berbagi ilmu, menyediakan buka puasa bagi orang yang membutuhkan, dan banyak lainnya.

Ketika bulan ramadan, ada sebuah anjuran untuk menyuguhkan buka puasa walau hanya sebiji kurma. Nah, perempuan yang sedang haid kemudian menyiapkan hidangan berbuka untuk orang lain, maka yang dilakukannya pun dapat dinilai sebagai ibadah.

 

Lalu, bagaimana dengan membaca alquran? Apakah diperbolehkan?

Sebagaimana dibahas sebelumnya, terdapat perbedaan pandangan soal hal ini. Madzhab Syafi’i ulama sepakat bahwa perempuan haid/nifas tidak diperkenankan menyentuh atau membawa mushaf. Tapi sebagian lain membolehkan membaca Alqur’an (tanpa menyentuhnya) dengan niat dzikir, doa, atau mempelajarinya.

Terkait hal ini I'anatuth Thalibin menjelaskan:

وإن قصد الذكر وحده أو الدعاء أو التبرك أو التحفظ أو أطلق فلا تحرم لأنه عند وجود قرينة لا يكون قرأنا إلا بالقصد ولوبما لا يوجد نظمه فى غير القرأن كسورة الإخلاص

"Apabila ada tujuan berzikir saja atau berdoa, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apa pun (selama tidak berniat membaca Alquran) maka (membaca Alquran bagi perempuan haid) tidak diharamkan. Karena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Alquran kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca Alquran. Walaupun bacaan itu sesungguhnya adalah bagian dari Alquran semisal surat al-ikhlas."

Nah, masih banyak kan hal yang bisa dilakukan meskipun sedang haid. Semoga kita dapat mengisi ramadan ini dengan menyibukkan diri mengumpulkan amalan sebaik dan sebanyak-banyaknya.

 

Rujukan: Mahbib dalam artikel berjudul “Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan”, dimuat dalam http://www.nu.or.id 5 Juni 2017


Share this article on
Today Quote:
The strong person is not he who has physical strength but the person is strong if he can control his anger (hadis)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or