Berburuk Sangka Ternyata Haram, lho. Berikut Alasannya

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Faisal Fahmi / 2019-04-01 15:41:53 / 992 Views

Berburuk Sangka Ternyata Haram, lho. Berikut Alasannya

Hati umat yang jernih, saling percaya, tidak saling tuduh dan tidak saling berburuk sangka ialah yang Islam dambakan. Allah kemudian menurunkan sebuah ayat berkaitan dengan menjaga kehormatan manusia yang dipelihara oleh Islam. Ayat tersebut menyatakan,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang, (Q.S. al-Hujurat [49]: 12)

Prasangka yang menimbulkan dosa merupakan prasangka yang buruk. Karenanya, seorang muslim tidaklah halal untuk berburuk sangka kepada muslim lainnya tanpa ada alasan yang jelas dan bukti yang kuat. 

Pada dasarnya hubungan sesama manusia adalah tanpa saling curiga dan tanpa buruk sangka. Karenanya, tidaklah benar bila halaman yang kosong dari kecurigaan itu dikotori oleh tuduhan-tuduhan yang tak berdasar. 

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Hati-hatilah kalian dengan prasangka, sebab prasangka adalah perkataan yang paling dusta.” (HR. Bukhari; 6064). 

Manusia dengan kelemahannya mungkin kadang tidak dapat terhindarkan dari yang namanya prasangka buruk atau kecurigaan kepada sesama, apalagi kepada orang yang memiliki hubungan tidak baik dengan dirinya. Tapi, hendaknya kita tidak menyerah begitu saja. Kita tidak boleh membiarkan prasangka buruk berjalan mengikuti. Maka, inilah yang dimaksud dalam makna hadits berikut, “Jika engkau berprasangka, maka janganlah prasangka itu engkau nyatakan.” 

Kita tidak tahu ucapan kita yang mana yang membekas di hati orang lain, maka hendaknya apabila prasangka buruk tak terhindarkan, tahanlah untuk menyatakannya. Diam adalah lebih utama daripada mengungkapkan kata yang memecah belah. 

Wallahu’alam. 

 

Rujukan:    
Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi   

 


Share this article on
Today Quote:
The most perfect in faith amongst believers is he who is best in manners and kindest to his wife (Muhammad (p) cited in Sunnan Abu Dawud)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or