Semua Dosa Ditangguhkan Siksanya Sampai Hari Kiamat, Kecuali Satu Dosa Ini

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2019-01-30 17:44:11 / 93 Views

Semua Dosa Ditangguhkan Siksanya Sampai Hari Kiamat, Kecuali Satu Dosa Ini

Kita telah mengetahui berbagai macam dosa besar seperti menyekutukan Allah, berbuat zina, dan lain sebagainya. Sesungguhnya Allah Maha Adil. Baik buruk yang kita lakukan, akan mendapat balasan yang setimpal. Baik nikmat maupun azab.

Pada hari kiamat, orang-orang yang melakukan dosa mendapat balasan. Namun tahu kah, ada satu dosa yang siksanya tidak Allah tangguhkan? Dosa tersebut ialah dosa anak yang durhaka kepada orang tua. Sebagaimana dalam hadits disebutkan, “Semua dosa ditangguhkan oleh Allah siksaannya hingga hari kiamat kecuali dosa durhaka kepada kedua orang tua. Dosa ini siksaannya akan disegerakan Allah pada saat masih hidup sebelum kematian.” (HR. Bukhari; 5976)

Menjadi seorang anak sudah sepatutnya memenuhi hak orang tua yang diwujudkan dalam bentuk kebaikan, ketaatan, dan penghormatan. Pun, ini menjadi fitrah manusia yang dituntut harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Lebih utama lagi adalah hak ibu dari anaknya. Karena ibulah yang susah payah mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik. Allah telah berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, (Q.S. al-Ahqaf: 15).

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu bertanya, “Siapa yang lebih berhak aku perlakukan dengan sebaik-baiknya?” Beliau menjawab, “Ibumu.” “Lelaki itu bertanya lagi. “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu kembali bertanya, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Lalu ayahmu.” (HR. Bukhari; 5971)

Rasulullah juga menyampaikan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk salah satu dosa besar, dan kedudukannya ada setelah menyekutukan Allah, sebagaimana yang disebut dalam Al-Qur’an. Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, “Maukah kalian aku kabarkan dosa yang paling besar?” Beliau menyampaikan pertanyaan itu sampai tiga kali. Para sahabat pun menjawab, “Tentu, yaa Rasul.” Beliau melanjutkannya, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.” Ketika itu, beliau sedang berdiri dan bersandar lalu duduk dan bersabda, “Ingatlah, perkataan yang buruk dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari; 5971)

Pesan Allah untuk berbakti kepada kedua orang tua, terutama pada saat mereka sudah lanjut usia, kekuatan mereka sudah berkurang, kebutuhan mereka terhadap bantuan semakin besar, perhatian untuk menjaga perasaannya kian diperlukan.

Oleh karena itu, Allah berfirman, Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu di antara keduanya atau kedua-duanya sudah sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil, (al-Isra': 23-24).

Semoga kita senantiasa memiliki kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Aamiin.

Rujukan: Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi


Share this article on
Today Quote:
And when the foolish address them (with bad words) they reply back with ‘Salamaa’ (peaceful words of gentleness) (Qur’an, 25:63)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or