Sesuatu yang Halal Tidak Membutuhkan yang Haram. Apa Maksudnya?

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2019-01-16 15:35:44 / 95 Views

Sesuatu yang Halal Tidak Membutuhkan yang Haram. Apa Maksudnya?

“Kenapa semua yang enak-enak itu diharamkan?”
“Kenapa semua yang asyik-asyik itu yang dilarang?”

Pernah dengar penggalan kalimat tersebut? Apakah benar seperti itu? Mari kita lihat dari sisi yang lain.
Islam merupakan agama yang memberikan kebaikan serta kemudahan kepada umat manusia. Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bagi mereka dan menyingkirkan perkara yang tidak dibutuhkan.

Ibnu Qayyim mengatakan, “Allah telah mengharamkan mereka berbuat judi dan mengundi nasib. Kemudian, Dia menggantinya dengan doa istikharah. Kemudian Allah juga mengharamkan perbuatan riba, lalu kemudian Allah menggantinya dengan sistem perdagangan yang menguntungkan. Allah mengharamkan judi, namun Allah memberi gantinya dengan hadiah yang diperoleh dari perlombaan memacu kuda, unta, dan lomba memanah. Allah juga mengharamkan sutera bagi pria, kemudian Allah menggantinya dengan berbagai pakaian mewah dari bahan wol, kapas, dan katun. Allah mengharamkan perzinahan dan perkawinan sejenis, kemudian Allah ganti dengan pernikahan yang halal. Allah juga mengharamkan minum minuman keras, lalu menggantinya dengan berbagai minuman lezat dan halal.” (Raudhah al-Muhibbin, hal.10)

Mungkin ketika kita merasa apa yang disebut nikmat ialah yang diharamkan, semata karena ketidaktahuan atau ketidakmauan kita mencoba dan memilih alternatif yang telah Allah berikan tadi.

Jika kita perhatikan dengan saksama seluruh hukum Islam, maka kita akan temukan bahwa Allah tidak memberikan satu kesempitan pun kepada para hambaNya. Justru Allah memberikan banyak kelapangan bagi mereka. Pasalnya, Allah tidak menginginkan para hambaNya mendapat beban, kesulitan, dan ketakutan.

Justru, kemudahan, kebaikan, hidayah dan rahmat lah yang diinginkanNya. 

Allah telah menegaskan dalam firmanNya, Allah hendak menurunkan (hukum syariatNya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan  manusia dijadikan bersifat lemah, (QS. An-Nisa’ [4]: 26-27)

Demikian lah Islam menjadi rahmat bagi kita semua. Semoga kita senantiasa mampu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah.

 

Rujukan: Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi

 


Share this article on
Today Quote:
And when the foolish address them (with bad words) they reply back with ‘Salamaa’ (peaceful words of gentleness) (Qur’an, 25:63)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or