Hukum Membeli Barang Curian dan Rampasan

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2019-01-14 14:49:20 / 171 Views

Hukum Membeli Barang Curian dan Rampasan

Mungkin kita pernah tahu atau pernah menemukan pasar khusus barang-barang curian. Atau barangkali pernah  menerima tawaran untuk membeli barang curian dari seorang kenalan.

Sebenarnya, bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah diperbolehkan karena hubungannya hanya sebatas membeli? Atau malah kita akan turut mendapat dosa dari perilaku mencuri atau merampas suatu barang?

Di antara bentuk jual beli yang diharamkan Islam adalah pembelian seorang muslim terhadap barang yang diketahuinya berasal dari barang rampasan, curian, atau barang yang diambil dari pemiliknya tanpa hak. Hal ini dalam rangka memerangi praktik kejahatan dan membatasi ruang gerak para pelakunya.

Siapa pun yang berbuat demikian, maka sama saja dengan membantu perampok untuk merampok, pencuri untuk mencuri, dan pelanggar hak untuk melanggar.

Rasulullah pernah bersabda, “Siapa saja yang membeli barang curian, padahal dia tahu bahwa barang itu adalah hasil curian, maka dia bersama-sama dalam dosa dan celaannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf; 224495)

Dengan mempersempit ruang gerak pembelian barang curian dan/atau rampasan maka berarti juga mengurangi praktik pencurian dan perampasan.

Tidak berhenti di situ, dosa membeli barang tadi tidak akan terhapus karena sudah lamanya pencurian atau perampokan. Lamanya waktu dalam syariat Islam tidak dapat mengubah yang haram menjadi halal. Tidak juga menggugurkkan hak pemilik asal, sebagaimana juga yang berlaku dalam undang-undang sipil.

Nah, semoga kita lebih berhati-hati lagi dalam melakukan jual beli agar terhindar dari praktik semacam ini.

Rujukan: Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi


Share this article on
Today Quote:
When we repair our relationship with Allah, He repairs everything else for us.

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or