Di Antara Perkara Baik, 2 Perkara Ini Paling Utama

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2018-11-16 17:08:32 / 468 Views

Di Antara Perkara Baik, 2 Perkara Ini Paling Utama

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

خَصْلَتَانِ لَا شَيْ ٕ َاَفْضَلُ مِنْهُمَا الْاِيْمَانُ بِاللّٰهِ وَالنَّفْعُ لِلْمُسْلِمِيْنَ

"Ada dua perkara yang tak ada sesuatu pun mampu melebihi keutamaannya, (yakni) iman kepada Allah Swt. dan bermanfaat bagi umat Islam

Bermanfaat maksudnya adalah bermanfaat bagi umat Islam baik dalam ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga. Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “siapa yang pada pagi harinya tidak mempunyai niat mendzalimi orang lain maka dosanya akan diampuni. Siapa yang pada harinya mempunyai niat memberi pertolongan terhadap orang yang terdzalimi dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, baginya pahala yang setara dengan haji mabrur.”

Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda, “Hamba yang paling dicintai Allah swt. adalah yang paling banyak memberi manfaat  kepada manusia. Perbuatan yang paling mulia adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan menghilangkan rasa laparnya, mengatasi kesusahannya, atau melunasi hutangnya. Selain itu, terdapat dua perkara yang tak ada satupun mampu mengalahkan keburukannya, (yakni) menyekutukan Alllah Swt. dan memberi mudarat kepada umat Islam (terhadap jiwa maupun harta).”

Dua perkara itu tergolong paling buruk karena seluruh perintah Allah swt. Itu akan dikembalikan pada dua hal (yang menjadi lawannya dua perkara tersebut), yakni pengagungan terhadap Allah dan kasih sayang terhadap makhluk-Nya. Seperti perintah shalat dibarengi perintah zakat, sebagaimana firman-Nya, “Kerjakanlah shalat dan tunaikan zakat.” (QS. al-Baqarah [2]: 43)

Begitu juga dengan perintah bersyukur pada-Nya disertai perintah berterima kasih kepada orangtua yang tercantum dalam QS. Lukman [31]: 14) , “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu.”

Diriwayatkan dari Uwais al-Qarni, dia berkata, “Dalam suatu perjalanan, aku pernah berjumpa seorang rahib. Aku bertanya ‘Wahai Rahib, apa derajat pertama yang harus dilalui seorang murid?’ Rahib itu menjawab, ‘mencegah kedzaliman dan bersikap rendah hati sebab pahala suatu amal tidak akan naik jika masih ada kedzaliman dalam dirinya.”

Rujukan: Kitab Nashaihul ‘Ibad


Share this article on
Today Quote:
If you want to destroy any nation without war, make adultery & nudity common in the next generation. – Salahuddin Ayyubi Quote.

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or