Mabuk Air Rebusan Pembalut, Bagaimanakah Islam Memandangnya?

Posted on: Taiwan Halal / By Shinta Larasaty Santoso / Editor Shinta Larasaty Santoso / 2018-11-13 16:51:31 / 362 Views

Mabuk Air Rebusan Pembalut, Bagaimanakah Islam Memandangnya?

Fenomena remaja mabuk air rebusan pembalut kembali ramai menjadi perhatian. Sensasi nge-fly dan halusinasi yang ditimbulkan dimanfaatkan sebagai alternatif yang lebih mudah ‘didapat’. Lantas bagaimana Islam memandang hal ini?

Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang minuman yang berasal dari gandum, madu, dan syair yang diperas hingga menjadi seperti minuman keras. Kemudian Rasulullah ﷺ dengan lugas bahwa “setiap yang memabukkan adalah khamer, setiap khamer adalah haram” (HR. Muslim, 3/1587 no. 2003, dari hadits Ibnu Umar). Sementara ‘Umar ibn al-Khatab dalam pidatonya di atas mimbar Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa, “khamer itu segala sesuatu yang dapat mengacaukan akal”. Merujuk hal tersebut, air rebusan pembalut termasuk yang dapat mengacaukan akal dari efek halusinasi yang ditimbulkannya.

Pembahasan mengenai hukum meminum air rebusan pembalut juga pernah disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Karawang, Tajudin Nur dalam wawancaranya dengan Republika (21/2). Ujarnya, “air rebusan pembalut itu haram hukumnya, jika pembalut yang digunakan bekas pakai. Karena, dalam pembalut bekas itu ada bercak darah. Sehingga, air rebusan pembalutnya haram untuk diminum. "Kalau pembalutnya bersih dan baru, hukumnya makruh. Apalagi, jika madorotnya sangat tinggi".

Sebenarnya apa yang terdapat dalam sebuah pembalut sehingga menimbutkan efek memabukkan? 

Salah satu kandungan yang terdapat dalam pembalut ialah klorin, yang dapat menumbulkan efek pada sistem neuropsikologis pada manusia apabila dikonsumsi (Dokter Hari Nugroho dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi TV One, Kamis (8/11/2018).

Apakah kemudian klorin haram?

Di Indonesia sendiri penggunaan klorin dioksida sebagai agen pemutih dalam produksi pembalut diperbolehkan oleh Kemenkes. Namun demikian, Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi menjelaskan bahwa hal pertama yang dikutuk oleh Rasulullah ﷺ bukanlah zat yang menjadi bahan baku melainkan dampak yang ditimbulkan oleh minuman itu sendiri, yaitu memabukkan.

Pada intinya, apapun yang menimbulkan dampak seperti khamer dan menyerupai khamer adalah haram selama dapat memabukkan baik banyak maupun sedikit.

Wallahu a’lam Bisshowab.


Share this article on
Today Quote:
He will not enter Paradise whose neighbour is not secure from his wrongful conduct (hadith 15 - Sahih Muslim)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or