Selain Syirik Semua Dosa Mungkin Diampuni, Tapi Ada Syaratnya!

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2018-09-14 21:20:42 / 124 Views

Selain Syirik Semua Dosa Mungkin Diampuni, Tapi Ada Syaratnya!

Menurut Sufyan ats-Tsauri, dosa selain syirik berpotensi diampuni Allah, tapi masih ada satu syarat lagi, yaitu saat melakukan dosa, pelakunya tidak melakukan dosa tersebut dengan dibarengi hati yang sombong.

وَعَنْ سُفْيَان الثَّوْرِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: كُلُّ مَعْصِيَةٍ عَنْ شَهْوَةٍ فَإِنَّهُ يُرْجَى غُفْرَانُهَا، وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عَنْ كِبْرٍ فَاِنَّهُ لَا يُرْجَى غُفْرَانُهَا، لِاَنَّ مَعْصِيَةَ اِبْلِيْسَ كَانَ اَصْلُهَا مِنَ الْكِبْرِ، وَزِلَّةَ آدَمَ كَانَ اَصْلُهَا مِنَ الشَّهْوَةِ.

Artinya: “Dari Sufyan ats-Tsauri radliyallahu anh, ‘Setiap maksiat yang dilakukan dari unsur syahwat atau keinginan, pengampunan dari Allah layak diharapkan. Setiap maksiat yang timbul dari kesombongan, tidak bisa diharapkan ampunannya dari Allah. Karena maksiat iblis, bertumpu atas dasar kesombongan, dan kesalahan Adam pondasinya adalah mengikuti keinginan saja.” (Syihabuddin Ibnu Hajar al-Asqalani, Nashâihul ‘Ibâd [Lebanon, DKI], halaman 11).

Apabila ada orang melakukan dosa, semata-mata ia larut, melakukan dosa hanya untuk mengikuti hawa nafsunya, ia masih punya secercah harapan akan diampuni Allah suatu saat nanti. Adapun pelaku dosa sombong, tidak punya harapan sekali untuk diampuni Allah.

Mengapa dosa yang dilakukan orang Muslim dengan sombong tidak akan diampuni? Karena dosa disertai sombong merupakan perbuatan Iblis. Pada saat Allah memerintah Iblis untuk bersujud (hormat) kepada Adam, Iblis tidak sudi melakukannya lantaran sombong.

Sifat sombong merupakan sifat yang hanya berhak dimiliki Allah. Tidak ada makhluk satu pun yang berhak memakai. Berbeda dari sifat ar-Rahmân, Mahakasih, misalnya. Selain Allah mempunyai sifat ini, manusia diberi sifat kasih pula oleh Allah.

Adapun kesalahan yang hanya dalam rangka mengikuti syahwat atau menuruti hawa nafsu saja tanpa dibarengi rasa sombong dalam hati, seperti kesalahan Nabi Adam ketika beliau makan buah khuldi yang menjadikannya dikeluarkan dari surga. Namun, nabi Adam pada akhirnya diampuni oleh Allah karena beliau hanya mengikuti keinginan, bukan dalam rangka sombong. Yang perlu menjadi catatan, cerita Nabi Adam tersebut tidak menunjukkan bahwa Nabi Adam maksiat sebagaimana kita maksiat.

Sumber: NU Online


Share this article on
Today Quote:
And when the foolish address them (with bad words) they reply back with ‘Salamaa’ (peaceful words of gentleness) (Qur’an, 25:63)

Posted in taiwanhalal.com

Osborn

2018-10-15 12:45:39

hello

Login to comment: Login/Register or