Satu Perkara Ini Bisa Membuat Puasa Kita Batal atau Bahkan Sia-Sia

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2018-05-17 08:38:10 / 582 Views

Satu Perkara Ini Bisa Membuat Puasa Kita Batal atau Bahkan Sia-Sia

Niat merupakan salah satu syarat sah setiap amalan ibadah yang bertujuan agar ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, tak terkecuali untuk ibadah puasa Ramadhan. Setiap kali membahas syarat sah puasa, niat pasti selalu dibahas pertama kali, kenapa? Karena niat memiliki peranan yang sangat penting. Salah-salah, perkara niat bisa membatalkan puasa atau membuat puasa kita sia-sia.

Makna niat dalam Islam

Bukan asal niat di lisan saja, namun keikhlasan niatlah yang menjadi intisari dalam sebuah ibadah. Jika niatnya saja tidak baik maka amal ibadah itupun akan menjadi tidak baik. Menurut para ulama niat memiliki 2 makna yaitu:

1. Untuk membedakan satu ibadah dengan ibadah yang lain.

Makna ini adalah yang paling banyak disebut dalam kitab-kitab Fiqih. Misalnya untuk membedakan salat subuh dengan salat dhuhur atau untuk membedakan puasa Ramadhan dengan puasa Senin Kamis. Bisa juga untuk membedakan suatu ibadah dengan kebiasaan, misalnya mandi biasa dengan mandi wajib.

2. Untuk membedakan tujuan melakukan suatu amalan.

Tujuan suatu amalan bisa saja karena Allah SWT bisa juga bukan. Niat digunakan untuk mempertegas tujuan suatu amalan agar bisa diterima oleh Allah SWT sesuai dengan tujuannya.

Dari Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Amal itu tergantung niatnya dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah & Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah."(HR.Bukhari & Muslim).

Niat puasa bulan Ramadhan

نويت صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Aku niat berpuasa esok hari, wajib bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.

Redaksi niat puasa di bulan Ramadhan yang sering kita baca ini merupakan ciptaan ulama Imam Al-Rafi’i Al-Quzwaini dari golongan As-Syafi’iyyah. Niat tersebut tertulis dalam kitab Fathul-‘Aziz bi Syarhi al-Wajiz atau disebut juga Al-Syarhu Al-Kabir li Al-Rafi’iy (6/293). Beliau menuliskan niat ini sberdasarkan syarat-syarat niat yang ada demi memudahkan umat Muslim saat berniat puasa Ramadhan. Redaksi niat ini kemudian ditulis ulang oleh Imam Al-Nawawi dalam kitab Raudhah at-Thalibin.

Kapan niat puasa Ramadhan seharusnya diucapkan?

Dari Hafshah Ummul Mukminin bahwa Nabi SAW berkata, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah. Baik An Nasai maupun Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini hanya sampai pada perkataan sahabat atau disebut mauquf. Sementara Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibbah menshahihkan haditsnya jika marfu’ yaitu sampai pada Nabi SAW dan dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari.

Bolehkah niat ibadah puasa Ramadhan dirapel di malam pertama?

Beberapa ulama (Nawawi al-Bantani, Kaasyifatus Sajaa) mengatakan bahwa merapel niat puasa Ramadhan di malam pertama hanya sah untuk puasa di hari pertamanya saja da tidak sah untuk hari selanjutnya. Alasannya, puasa merupakan ibadah terpisah yang berdiri sendiri, sehingga niatnya harus diulang setiap hari.

Pendapat ini berdasar pada bukti bahwa waktu ibadah puasa Ramadhan adalah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Artinya ada pembatas waktu antara satu hari dengan hari sebelum maupun sesudahnya sebagai waktu tidak melaksanakan puasa. Selain itu batalnya puasa satu hari tidak akan membatalkan puasa di hari lainnya secara keseluruhan.

Sementara itu Imam Malik Rahimahullah menyatakan bahwa niat untuk puasa selama sebulan penuh, tanpa harus melakukannya tiap malam, tidaklah salah. Alasannya karena niat tak selalu harus dilakukan tepat sesaat sebelum suatu amalan dilakukan. Tapi berniat setiap malam juga bukan hal yang menyulitkan bukan?

Dan yang paling penting kita harus ingat bahwa niat tempatnya di hati bukan di lisan. Selamat berpuasa!


Share this article on
Today Quote:
Indeed, an ignorant man who is generous is dearer to God than a worshipper who is miserly (Hadith 580 - Al-Tirmidhi)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment