Belajar Makna "Harta hanya Titipan" dari Tukang Parkir
Seharusnya kita sudah menyadari, bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan belaka. Pada hakikatnya kita tak punya apa-apa. Karena, segalanya milik Allah SWT.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan." QS Ali 'Imran:109
Segala sesuatu yang kita miliki sekarang seperti mobil, motor, jam tangan, HP itu sebenarnya ujian dan titipan dari Allah SWT. Allah mempercayakan pada kita, yang artinya kita sebagai pengguna harus bisa memaksimalkan apa yang telah dipercayakan oleh Allah.
Sebagai analogi, coba kita cermati sang tukang parkir. Dalam parkirannya, tukang parkir bisa menerima ratusan motor dan puluhan mobil tergantung luas parkiran. Namun, tukang parkir tidak merasa bangga dan tidak merasa sombong meski di dalam parkirannya terdapat ratusan motor dan mobil. Kenapa? Karena tukang parkir tahu bahwa motor dan mobil yang ada di tempat parkirannya adalah titipan dari orang lain.
Begitulah kiranya kita memandang harta atau segala hal yang kita miliki. Memandang bahwa apa yang di berikan oleh Allah SWT merupakan hanya sebuah titipan. Sehingga kita selalu bersyukur terhadap nikmat yang Allah SWT berikan dan bersabar jika apa yang kita miliki diambil oleh Allah SWT.
Ilustrasi dan tulisan disarikan dari NU Online.
Share this article on
Today Quote:
An adulterer will not commit adultery when he has full faith (in Allah), and a thief will not steal when he has full faith (in Allah) -- Ibn Majah
Posted in taiwanhalal.com

