5 perkara yang menyebabkan sulitnya mengamalkan ilmu

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2016-06-29 15:42:30 / 1855 Views

5 perkara yang menyebabkan sulitnya mengamalkan ilmu

fiqhmenjawab.net ~ Banyak dari kita sering mengikuti atau mendengarkan pengajian baik dengan cara menghadiri langsung pada majlis ta’lim di masjid-masjid atau mendengarkanya melalui media elektronik seperti televisi, radio, dan sebagainya atau bahkan di zaman secanggih ini kita dimudahkan dengan media internet seperti youtube tinggal klik sesuai dengan keinginan kita ingin mengaji langsung dari kyai atau ustadz yang kita hendaki.

Tapi sayangnya kemudahan dan kemauan kita dalam mengaji tidak diimbangi dengan inti sari dari ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita sering diajarai bagaimana indahnya akhlak Rasulullah tapi akhlak kita jauh sekali dari suri tauladan Beliau. Kita diberikan ilmu tentang praktik ibadah yang benar, tetapi ibadah kita terus saja bolong-bolong jauh dari istiqamah.

Kalau kita mau sedikit merenungi, pastilah dalam hati kita terbesit mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah niat mengaji selama ini hanya untuk kebanggan dan demi disanjung oleh orang lain? Apakah tidak ingin kualitas ibadah dan akhlak kita semakin hari semakin baik?

Tentang hal itu, Imam Al Faqih Abu Laits Samarqandi dalam kitabnya Tanbighul Ghafilin menyebutkan:

وقيل لبعض الحكماء ما لنا نسمع العلم ولا ننتفع به فقال لهم لخمس خصال
 اولها قد انعم الله عليكم فلم تشكروه
 والثاني اذا اذنبتم فلم تستغفروه
 والثالث لم تعملوا بما علمتم من العلم
 والرابع صحبتم الاخيار ولم تقتدوا بهم
 والخامس دفنتم الاموات فلم تعتبروا بهم

Diceritakan bahwa ada seseorang bertanya kepada Ulama, “Mengapa kami sering mendengarkan pengajian, tetapi tidak bisa melaksanakan ilmunya?”

Ulama tersebut menjawab, “Hal itu karena terhalang oleh 5 faktor:

  1. Allah telah memberi nikmat kepadamu, tetapi kamu tidak pandai bersyukur.
  2. Setiap kamu berbuat suatu dosa, kamu tidak bersegera untuk memohon ampun kepada Allah.
  3. Setiap kamu bertambah ilmu, tidak segera engkau amalkan ilmu tersebut.
  4. Kamu berkumpul dengan orang-orang baik (sholih), tetapi tidak pandai mengambil suri tauladan darinya.
  5. Setiap kamu mengubur orang mati, kamu tidak pandai mengambil pelajaran (i’tibar) dari hal tersebut.”(Tanbighul Ghafilin hal. 135)

Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk menjadikan kita lebih semangat dalam thalabul ‘ilmi dan meningkatkan kualitas ibadah sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah bukan malah sebaliknya. Karena ketika ilmu yang kita dapatkan tidak menjadikan diri kita memperoleh hidayah atau petunjuk untuk menjadi lebih bagus, maka kita justru akan dijauhkan dari Allah Swt.

Rasulullah Saw. dalam haditsnya mengingatkan:

أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ عُمَرُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَرْدَوَيْهِ الْكَرَجِيُّ ، حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ إِبَاءُ بْنُ جَعْفَرٍ النَّجيرمي ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الثَّقَفِيُّ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ ، عَنْ أَنَسٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ ، قَالَ : ” مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدَى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ إِلا بُعْدًا ” .

Dari Anas, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang bertambah ilmunya akan tetapi tidak bertambah hidayahnya (amalannya), maka dia hanya akan bertambah jauh dari rahmat Allah.”

Oleh: Nasyit Manaf, pernah nyantri di API Tegalrejo Magelang dan masih aktif belajar di IAIN Purwokerto

(Sumber: http://www.fiqhmenjawab.net/2016/06/5-faktor-sulitnya-mengamalkan-ilmu/)


Share this article on
Today Quote:
It is better for a leader to make a mistake in forgiving than to make a mistake in punishing. (Hadits)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or