Banser NU Taiwan ikut menjaga ketertiban umat muslim nusantara di Taiwan

Posted on: PCI NU Taiwan / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2016-07-17 12:25:26 / 1943 Views

taiwanhalal.com ~ Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Bertugas dalam pengamanan, menjalankan misi kemanusiaan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di dunia, salah satunya adalah Taiwan. Jika ada pengajian akbar ataupun acara muslim dari Indonesia, hampir pasti disitu juga ditemui Banser yang selalu setia mengawal acara ini. "Awake banser malah luwih gede ketimbang polisi-polisi taiwan (Badannya anggota banser malah lebih besar dari polisi-polisi Taiwan)" kata salah seorang peserta tabligh akbar di Taipei. Banser NU Taiwan bermarkas di sekretariat PCI NU Taiwan di sekitaran TMS taipei. Jika sahabat ingin ikut berkontribusi dalam Barisan ini, informasi lebih lanjut bisa menghubungi Facebook PCI NU Taiwan atau Bapak Agus (0978-214-954)

Sejarah Banser

Tahun 1924 berdiri organisasi kepemudaan Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaidmelalui media khusus telah memiliki anggota 65 orang. Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan disambut baik oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai elemen unsur pemuda sehingga ratusan pemuda mencatatkan diri sebagai anggota, karena aktivitas organisasi ini menyentuh kepentingan dan kebutuhan pemuda saat itu.

Karena Subbanul Wathan telah diterima baik oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pemuda maka membentukorganisasi kepanduan yang diberi nama Ahlul Wathan (Pandu Tanah Air) sebagai inspektur umum kwartir Imam Sukarlan Suryoseputro. Kelanjutan perkembangan organisasi ini sampai apada masalah-masalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air.

Setelah Nahdlatul Ulama (NU) berdiri (31 Januari 1926) kegiatan organisasi agak mengendor karena beberapa orang pengurusnya aktif dan disibukkan untuk mengurus organisasi NU.

Kemudian pada tanggal 24 April 1934 berdirilah organisasi ANO yang berarti Ansoru Nahdlatul Oelama yang dimaksudkan dapat mengambil berkah (Tabarrukan) atas semangat perjuangan para sahabat Nabi dalam memperjuangkan dan membela serta menegakkan agama Allah. Diharapkan kelak senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat ansor yang selalu bertindak dan bersikap sebagai pelopor dalam memberikan pertolongan untuk menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen yang seharusnya senantiasa dipegang teguh oleh para anggota Gerkan Pemuda Ansor.

Melalui kongres I tahun 1936, Kongres II Tahun 1937 dan Kongres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan Barisan Berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser.

Semoga Informasi ini bermafaat.

Today Quote:
Whoever is offered an apology from a fellow Muslim should accept it unless he knows that the person apologizing is being dishonest (Hadith no. 5052, Mishkat al Tabrizi, Vol 3)

Posted in taiwanhalal.com