Belalang Halal, Pernahkah Rasulullah Memakannya?

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2018-01-19 19:04:52 / 158 Views

Pernah makan belalang goreng? Camilan ini ternyata cukup populer di kalangan masyarakat. Bahkan kawasan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu sentra pembuat jajanan walang goreng. Penjualannya sudah skala nasional karena dilakukan secara online. Tak hanya di Yogyakarta, beberapa daerah lain di Indonesia pun mengenal belalang sebagai salah satu jenis makanan. Maklum saja, belalang memang cukup mudah didapatkan di sawah atau ladang dan keberadaannya juga mengganggu tanaman sehingga diburu.

Meski masuk ke dalam kategori serangga, belalang halal dimakan menurut agama Islam. Hal ini disebutkan secara jelas dalam hadits, dari Ibnu Umar RA: “Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yang dihalalkan ialah ikan dan belalang. Sedang dua darah yang dihalalkan ialah hati dan limpa,” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Daru Quthni, dan At-Tirmidzi). Bukan tanpa alasan Islam menghalalkan belalang, penelitian ilmiah sudah banyak yang membuktikan bahwa belalang memiliki banyak sekali manfaat dan kandungan gizinya. Belalang kaya akan protein, kalsium, magnesium, sodium, fosfor, zat besi, vitamin, dan zat gizi lainnya. Belalang juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti sakit kuning, sesak nafas, dan lainnya.

Lalu pernahkah Rasulullah memakan belalang? Sebuah hadits meriwayatkan dari Abdullah ibnu Aufa RA, ia berkata, “Kami berperang bersama Nabi SAW selama tujuh tahun, dan saat itu kami memakan belalang,” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini pulalah yang menjadi dasar dihalalkannya belalang. Apakah di Arab juga terdapat cukup banyak belalang seperti di Indonesia hingga menjadi salah satu persediaan makanan saat perang?

Ternyata tiap tahunnya di Jazirah Arab selalu didatangi belalang gurun musiman dari Afrika yang menyerang wilayah pertanian mereka. Karena keberadaannya mengancam, belalang pun diburu untuk kemudian dimakan. Kini belalang di Arab Saudi bahkan dihargai sangat mahal karena banyak peminatnya, sementara itu jumlah belang yang sehat terbatas karena banyak yang memakan pestisida. Alhasil, hanya orang-orang kaya saja yang bisa menikmatinya.

Bagi yang masih penasaran bisa melihat videonya di sini.


Share this article on
Today Quote:
He will not enter Paradise whose neighbour is not secure from his wrongful conduct (hadith 15 - Sahih Muslim)

Posted in taiwanhalal.com