Perjalanan Baju Koko 'Masuk Islam' Sebagai Baju Takwa

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Faisal Fahmi / 2017-12-31 20:31:41 / 579 Views

Perjalanan Baju Koko 'Masuk Islam' Sebagai Baju Takwa

Tak hanya sekedar pakaian semata, baju koko memiliki nilai sejarah yang besar bagi umat Muslim di Indonesia. Tak jarang orang menyebutnya sebagai baju takwa karena sering digunakan untuk pergi beribadah. Bahkan ketika kita berbelanja baju Muslim maka sudah menjadi kebiasaan para penjual baju itu akan merujuk pada baju koko. Tapi kita juga paham betul bahwa baju ini sebenarnya bukan asli budaya Indonesia apalagi Islam, tapi justru asal muasalnya dari negeri Tiongkok yang cendeurng identik dengan non Muslim. Lalu bagaimana ceritanya baju asal Tiongkok ini bisa masuk Indonesia dan bahkan menjadi baju umat Muslim?

Berawal dari baju Tui-Khim milik pemuda Tionghoa

Seorang pengamat budaya Tionghoa peranakan, David Kwa, baju koko sebenarnya adalah baju turun-temurun dari masyarakat China yang bernama “Tui-Khim”. Hingga awal abad ke-20, pria Tionghoa di Indonesia masih mengenakan Tui-Khim dan celana komprang atau longgar untuk kegiatan sehari-hari.

Dinamakan baju koko, menurut budayawan Remy Sylado, karena pemakainya waktu itu adalah para engkoh-engkoh sehingga dieja koko dalam bahasa Indonesia. Sejarawan JJ Rizal, seperti dilansir Kompas, menyebutkan kemunculan baju koko di Indonesia sangat erat kaitannya dengan adat masyarakat Tionghoa yang berbaur dengan penduduk pribumi sehingga banyak diadaptasi oleh berbagai suku di Nusantara.

Tak hanya jadi simbol akulturasi, baju koko bahkan disebutkan jadi alat politik untuk "melawan" Belanda oleh para pemuda Tionghoa, terutama yang beragama Muslim.

Baju Tui-Khim sebenarnya bukan baju takwa.

Akibat akulturasi, baju Tui-Khim mulai dipakai pula oleh masyarakat Betawi yang kemudian menyebutnya sebagai baju Tikim. Pemakaiannya dipadukan dengan celana komprong yang lama-kelamaan jadi pakaian keseharian mereka. Modelnya waktu itu adalah baju dengan bukaan di tengah dan memiliki lima kancing. Kurang lebih setelannya mirip dengan setelan almarhum Benjamin S di sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Berbeda dengan baju Tikim, baju takwa sebenarnya berasal dari modifikasi baju tradisional Jawa yang dilakukan Sunan Kalijaga. Baju Surjan, begitu disebutnya, adalah salah satu pakaian adat Jawayang digunakan untuk menghadiri upacara-upacara resmi adat Jawa pada waktu itu. Kita tahu bahwa Sunan Kalijaga memiliki penampilan yang paling berbeda dibandingkan Wali Songo lainnya. Beliau tidak menggunakan jubah maupun sorban dan justru merancang sendiri baju takwa dari baju Surjan, yang semula pendek beliau ubah menjadi lengan panjang.

Meski sebenarnya baju koko yang dimaksud berbeda dengan baju takwa, tapi istilah baju koko sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Harusnya baju ini bisa pula menjadi alat pemersatu kita karena sejarahnya menunjukkan fenomena akulturasi dan tingginya toleransi antar bangsa di Indonesia kala itu.


Share this article on
Today Quote:
Born from different mothers skins of all colours come together as brothers . that’s the beauty of Islam.

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment