Kisah Pemuda Jomblo di Zaman Rasulullah SAW yang Gagal Menikahi Seorang Gadis Cantik

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2017-12-27 17:51:03 / 3378 Views

Kisah Pemuda Jomblo di Zaman Rasulullah SAW yang Gagal Menikahi Seorang Gadis Cantik


Diceritakan pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda bernama Zahid, usianya sudah35 tahun tapi ia tak kunjung menemukan jodohnya. Zahid kebetulan tinggal di Suffah masjid Madinah dan suatu ketika saat sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Ia kaget dan agak gugup saat menjawabnya.

Rasulullah SAW bertanya kenapa sampai sekian lama Zahid masih hidup sendiri dan ia menjawab, "Allah bersamaku ya Rasulullah". Kemudia Rasulullah pun menjawab lagi, "Maksudku kenapa engkau masih saja membujang, apakah engkau tidak ingin menikah?". Zahid pun menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?". "Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" balas Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan seseorang untuk membuat surat berisi lamaran bagi Zahid kepada wanita cantik keturunan bangsawan Madinah bernama Zulfah binti Said. Surat itupun disampaikan oleh Zahid sendiri pada Said. Saat membacanya Said terlihat kaget karena dalam tradisi Arab, seorang bangsawan biasanya akan kawin dengan keturunan bangsawan pula, yang kaya harus mendapatkan yang kaya, atau dikenal dengan konsep sekufu. Said akhirnya pun bertanya pada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?". Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?".

Saat itu pula datanglah Zulfah yang kemudian berkata, "Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini, bukankah lebih baik disuruh masuk?". "Wahai anakku, ia adalah seorang pemuda yang sedang melamarmu untuk menjadi istrinya," jawab Said. Mendengar hal itu, Zulfah langsung menangis dan berkata masih banyak pemuda tampan dan kaya yang menginginkan dia. Zulfah tak mau menerima pinangan Zahid. Namun ketika ia tahu bahwa lamaran itu perintah dari Rasulullah SAW, Zulfah langsung berubah pikiran.

"Wahai ayah, kenapa tidak sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar adalah Rasulullah? Kalau begitu aku harus segera dikawinkan dengan pemuda ini," ucap Zulfah setelah istighfar beberapa kali karena merasa lancang telah menolak lamaran Rasulullah untuk Zahid.

Mendengar hal itu, Zahid pun sangat berbahagia dan pamit pulang untuk langsung sujud syukur di masjid. Rasulullah pun ikut berbahagia bersamanya dan menyuruhnya mempersiapkan pernikahan dengan mendatangi Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf guna mendapat uang yang cukup. Persiapan perkawinan Zahid bertepatan dengan persiapan perang umat Muslim menghadapi orang kafir. Melihat keadaan tersebut Zahid memutuskan untuk menjual lagi persiapan perkawinannya dan ia belikan kuda terbagus dari uang hasil penjualannya.

"Wahai Zahid, tetapi nanti malam kamu berbulan madu dan engkau hendak berperang?", para sahabat mengingatkannya. Namun dengan tegas ia memutuskan untuk tetap ikut berperang karena ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Akhirnya Zahid pun berangkat untuk jihad dan mati syahid di jalan Allah. Lalu Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."

Mendengar perkataan Rasulullah, para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."

 


Share this article on
Today Quote:
It is better for a leader to make a mistake in forgiving than to make a mistake in punishing. (Hadits)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or