Kisah Seorang Waria Bernama Hit yang Masuk ke Rumah Nabi SAW

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2017-12-22 16:56:38 / 768 Views

Kisah Seorang Waria Bernama Hit yang Masuk ke Rumah Nabi SAW

Beberapa hari terakhir kita disuguhi kontroversi hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materi tentang zina dan hubungan sesama jenis atau Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang diatur dalam KUHP. Beberapa ulama dan tokoh dengan berbagai macam latar belakang ikut berkomentar. Masyarakat awam pun tak melewatkan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang isu tersebut.

Taiwan Halal tidak akan membahas tentang legalitas LGBT dan menempatkan diri dalam pusaran pro dan kontra yang tengah terjadi. Tapi ada satu kisah di zaman Nabi SAW yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya bersama-sama.

Dikisahkan dari ‘Aisyah Radliallahu ‘Anha, ia berkata:

“Seorang laki-laki (banci) masuk menemui istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat menganggapnya sebagai Ghairu Ulil Irbah (orang-orang yang tidak punya nafsu kepada wanita). Suatu ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masuk menemui kami sementara laki-laki banci itu bersama istri-istri beliau seraya menggambarkan wanita dengan berkata: "Wanita itu jika menghadap ke depan maka ia menghadap dengan empat (lipatan), dan jika menghadap ke belakang maka ia menghadap dengan delapan (lipatan)". Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ketahuilah, aku melihat orang ini (banci) mengetahui apa yang ada pada wanita, maka jangan sekali-kali ia masuk menemui kalian”. Mereka pun akhirnya memakai hijab.”(HR Bukhari)

Hadist serupa juga diriwayatkan Imam Ahmad:

"Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Zainab binti Abu Salamah, dari Ummu Salamah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. masuk ke dalam rumahnya, sedangkan saat itu di hadapan Ummu Salamah terdapat seorang lelaki banci, juga Abdullah ibnu Abu Umayyah (saudara laki-laki Ummu Salamah). Lelaki banci itu berkata, "Hai Abdullah, jika Allah memberikan kemenangan kepadamu atas negeri (kota) Taif besok, maka boyonglah anak perempuan Gailan. Karena sesungguhnya dia bila datang menghadap melangkah dengan langkah yang lemah gemulai, dan bila pergi, ia melangkah dengan lemah gemulai disertai dengan goyangan pantatnya." Perkataannya itu terdengar oleh Rasulullah Saw. maka beliau bersabda kepada Ummu Salamah: Jangan biarkan orang ini masuk menemuimu!

Siapakah waria itu?

Abu Bakar bin Al Araby menyatakan bahwa waria yang biasa masuk ke rumah Nabi itu bernama “Hit”, sebagaimana disebutkan dalam al Qibas fi Syarhil Muwatho’. Beberapa pensyarah hadits menjelaskan bahwa lelaki banci yang biasa masuk ke rumah Nabi dan meminta makanan adalah seorang lelaki banci yang diduga masuk kategori “ghoiru ulil irbah”, lelaki yang tidak memiliki hasrat seksual terhadap wanita. Oleh karenanya, dia diijinkan masuk rumah beliau. Namun tatkala Nabi mendengar lelaki banci itu menggambarkan wanita dengan cara lelaki mensifati, Nabi melarangnya untuk masuk rumah. Kemudian lelaki itu tinggal di Padang Sahara, ia masuk (ke dalam kota) setiap hari Jumat untuk mengemis meminta makanan.

Apa itu Ghairu Ulil Irbah?

Istilah ini dijelaskan dalam Q.S. An-Nur ayat 31yang diartikan sebagai lelaki yang tidak memiliki gairah seksual terhadap perempuan.

Firman Allah Swt.:
{أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ}
atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita).
(An-Nur: 31)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud adalah lelaki dungu yang tidak mempunyai nafsu syahwat. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud adalah lelaki yang tolol. Sedangkan menurut Ikrimah, yang dimaksud adalah laki-laki banci yang kemaluannya tidak dapat berereksi. Hal yang sama dikatakan oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. (Sumber: Tafsir Ibnu Katsir

Wallahua'lam.

 


Share this article on
Today Quote:
It is better for a leader to make a mistake in forgiving than to make a mistake in punishing. (Hadits)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment