Keutamaan Istiqomah Dibandingkan Sekedar Banyak Beribadah

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2017-11-24 22:46:54 / 867 Views

Keutamaan Istiqomah Dibandingkan Sekedar Banyak Beribadah

Lebih baik mana orang yang melakukan banyak sholat sunnah tapi tidak rutin, dengan orang yang hanya melaksanakan satu sholat sunnah saja, tapi tak pernah sama sekali meninggalkan amalan tersebut?

Dari “Aisyah RA beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim)

Hadist tersebut menunjukkan bahwa amalan yang kontinu atau terus-menerus ternyata lebih dicintai oleh Allah meskipun amalan itu sedikit. Artinya dalam beribadah bukan hanya sekedar banyaknya saja yang harus kita unggulkan, melainkan lebih baik kita menjaga kerutinannya.

Akan lebih baik jika kita bisa melanggengkan sholat dhuha saja, dibandingkan melakukan semua sholat sunnah tapi hanya sesekali saja. Untuk bisa melanggengkan semua sholat sunnah tentu tidak mudah walaupun tidak ada yang tidak mungkin. Semua kembali pada pribadi dan kemampuan masing-masing.


Istiqomah pada yang sedikit mencegah rasa malas.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni )

Terkadang rasa malas tak bisa kita hindari ketika memikirkan berapa banyak dan lamanya suatu amalan ibadah harus kita jalani. Kemalasan tersebut akhirnya berujung pada tidak istiqomahnya suatu amalan, kita mulai meninggalkannya sewaktu-waktu.
Berbeda jika kita hanya memiliki sedikit amalan yang kita jaga. Rasa malas akan jauh dari pikiran kita karena apa yang kita kerjakan tidak banyak. Ketika ada waktu luang kita bisa saja menambah amalan ibadah kita, tapi memang tidak diniatkan sebagai rutinitas, sehingga tidak menjadi beban.


Bukan perbanyak ibadah, tapi perbanyak istiqomah.


Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Muslim)


Ibadah memang tak seharusnya menjadi beban dan dilakukan dengan penuh keikhlasan. Namun semua itu tentu membutuhkan proses. Jika memang belum mampu, maka yang harus kita utamakan bukan jumlah amalan ibadah kita dulu, melainkan keistiqomahan kita melakukan amalan ibadah tertentu saja. Tak perlu malu kalau ibadah yang kita amalkan di luar ibadah wajib masih sedikit, yang penting istiqomah.

 

Sekarang, coba kita ingat kembali yuk, amal ibadah apa yang selama ini sudah kita kerjakan secara istiqomah?


Share this article on
Today Quote:
And when the foolish address them (with bad words) they reply back with ‘Salamaa’ (peaceful words of gentleness) (Qur’an, 25:63)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment: Login/Register or