Perintah untuk Travelling Ternyata Ada dalam Alquran

Posted on: Taiwan Halal / By Fera Nur Aini / Editor Fera Nur Aini / 2017-11-22 14:51:57 / 134 Views

 “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Q.S Al Mulk ayat 15)

Ayat tersebut hanyalah satu dari beberapa ayat Alquran yang berisi perintah untuk travelling, atau dalam Alquran dibahasakan sebagai "mengadakan perjalanan di muka bumi". Tak heran jika banyak ulama atau tokoh Muslim pada zaman dahulu yang melakukan perjalanan keliling dunia. Awalnya kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan ajaran Islam, lalu kemudian berkembang sebagai salah satu upaya memajukan ilmu pengetahuan.

Traveller Muslim yang kamu kenal mungkin hanya Ibn Battuta, pelopor penjelajahan dunia pada abad ke-14. Ia telah menempuh perjalanan sejauh 75.000 mil mengunjungi 44 negara kurang lebih selama 30 tahun. Perjalanan yang ia tulis dalam Arrihla (Perjalanan) sudah melebihi jarak yang ditempuh Marcopolo. Tak heran jika nama Ibn Battuta sangat populer dan tak asing di telingamu sebagai salah satu traveller atau penjelajah Muslim. 

Tapi ternyata masih banyak traveller Muslim lain lho di masa lampau yang  kisahnya tak kalah menarik dengan Ibn Battuta. Siapa saja mereka? Yuk kita pelajari bersama!

1. Imam Bukhari

Siapa yang tak mengenal nama besarnya? Kitab Shahih Bukhari yang pernah kamu baca adalah mahakarya Imam Bukhari. Demi memverifikasi setiap hadist yang dituliskannya, Imam Bukhari rela melakukan perjalanan keliling dunia, bahkan hingga ke Tiongkok. Bayangkan ada berapa ribu hadist yang harus ia verifikasi dan berapa tempat yang harus ia kunjungi. Tanpa melakukan travelling, kitab itu tak akan pernah sampai ke tangan kita.

2. Muhammad al-Muqaddasi 

Al-Muqaddasi adalah pelancong muslim paling populer di abad ke-10. Ia mengunjungi semua negara Muslim selama 20 tahun lamanya. Perjalanannya ini ia abadikan dalam sebuah karya geografi yang sangat terkenal berjudul Ahsan at-Taqasim fi Ma`rifat il-Aqalim (Divisi Terbaik untuk Pengetahuan tentang Kawasan). Karyanya bahkan masih menjadi rujukan dan dibahas hingga sekarang untuk studi-dtudi geografis. 

3. Ahmad ibn Majid 

Jika ada banyak orang yang kagum dengan penjelajahan yang dilakukan oleh Vasco da Gama, maka seharusnya mereka kagum pada Ibn Majid. Ialah yang berjasa besar pada penjelajahan Tanjung Harapan Afrika Selatan. Ibn Majid adalah seorang navigator handal yang membuat peta dunia untuk digunakan Vasco da Gama saat itu. Peta itu tidak diketahui oleh penjelajah Eropa lainnya sehingga sukses membawa da Gama ke India melalui Tanjung Harapan.

4. Abu al-Hasan al-Mas’udi

Para penjelajah Muslim tak hanya mempersembahkan karya hasil penjelajahannya untuk bidang geografi. Al-Mas'udi adalah salah satu traveller yang membuat karya dalam bentuk ensiklopedi, karena ia adalah seorang sejarawan. Ia melakukan penelitian sejarah di setiap tempat yang ia kunjungi untuk membuat karya besarnya. Tempat-tempat yang ia kunjungi adalah Afrika, India, Timur Tengah, Tiongkok hingga Rusia.

5. Muhammad ibn Hawqal 

Lahir di Turki, namun menghabiskan 30 tahun hidupanya untuk berkeliling dunia. Ibn Hawqal adalah seorang penulis dan ahli geografi yang telah melakukan perjalanan panjang ke berbagai daerah terpencil di Asia dan Afrika, ia pun tak luput mengunjungi Eropa. Semua kisah perjalanannya ia abadikan dalam karya yang banyak dijadikan rujukan para pelancong di zamannya yaitu “The Face of the Earth” (Surat al-Ardh).

6. Ahmad ibn Fadlan

Kalau kamu pernah mendengar kisah Viking, Ibn Fadlan adalah salah satu pembuat laporan budaya Viking yang paling awal dan paling berpengaruh. Perjalanannya ke Skandinavia berhasil membuatnya menggambarkan Viking secara detail. Bahkan karyanya menjadi inspirasi bagi buku Michael Crichton, “Thirteenth Warrior” yang kini sudah difilmkan. Sudahkah kamu menonton filmnya?

 

Wah, ternyata cukup banyak kan penjelajah populer selain Ibn Battuta? Mereka, para traveller Muslim di masa lampau, tidak hanya bepergian untuk bersenang-senang atau memenuhi kepuasan pribadi tapi juga dalam rangka mencari ilmu pengetahuan dan belajar tentang kehidupan juga menyebarkannya agar bermanfaat untuk orang lain. Hmm, kalau kamu yang mengaku sebagai traveller kekinian mengabadikan perjalananmu dengan cara apa?

 


Share this article on
Today Quote:
The most perfect in faith amongst believers is he who is best in manners and kindest to his wife (Muhammad (p) cited in Sunnan Abu Dawud)

Posted in taiwanhalal.com

Login to comment