Hikmah: Hidup Itu Masih Koma, Belum Titik

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2017-04-01 19:03:22 / 528 Views

Hikmah: Hidup Itu Masih Koma, Belum Titik

Suatu ketika ada petani miskin yang hidup di pedesaan. Sang petani hanya memiliki seekor kuda sebagai satu-satunya harga yang selalu ia pakai untuk mencari nafkah. Pada suatu hari, kuda satu-satunya ini hilang. Lalu tetangga-tetangga yang mengetahui datang kepadanya mengucapkan simpatinya, "Wahai petani, aku ikut bersedih karena kudamu hilang, sekarang kamu, kehilangan satu-satunya hartamu yang engkau pakai mencari nafkah", ungkap salah seorang tetangta. Lalu petani menjawab, "Hidup masih koma, belum titik, kita tidak tau apa maksud dari kejadian ini, apakah ini musibah atau anugrah".

Keesokan harinya, ternyata kuda itu kembali dengan membawa 11 ekor kuda lain. Pada tetangga datang lagi dan mengucap, "Benar katamu wahai petani, hidup masih koma, belum titik, ternyata kejadian kudamu menghilang adalah sebuah anugrah". Petani pun menjawab, "Hidup itu masih koma, belum titik, belum tentu kejadian hari ini adalah sebuah anugrah".

Selang beberapa hari, anaknya yang sedang belajar mengendarai kuda, ia melompat kesana kemari dari satu kuda ke kuda lainnya. Tanpa disangka, ternyata ia terjatuh dan kakinya patah. Para tertangga datang lagi dan menyampaikan simpatinya lagi, "Ternyata benar ya wahai petani, kedatangan kudamu yang membawa kuda-kuda lainnya bukanlah sebuah anugrah". Petani itu menjawab lagi, "Hidup itu masih koma, belum titik, kita juga masih tidak tahu apakah kejadia ini adalah musibah".

Dalam keadaan kaki anaknya masih dalam patah tulang, ternyata ada titah dari kerajaan bahwa anak-anak muda yang berusia di atas 15 tahun wajib mengikuti perang. Karena putra petani ini dalam keadaan sakit, maka ia tidak diikutsertakan. Seusai perang, ternyata didapati bahwa anak-anak dari tetangga-tetangga sang petani gugur di medan perang. Lalu tetangga datang lagi menemui petani, "ternyata benar ya petani, patah tulangnya anakmu karena kuda-kuda itu bukannya musibah, tapi anugrah". Petani menjawab lagi, "Belum tentu ya saudara-saudaraku, hidup masih koma, belum titik, kita masih tidak tau apa lagi yang akan terjadi dimasa yang akan datang".

Dari kisah di atas, dapat kita petik hikmah yaitu, bagaimanapun keadaan kita pada hari ini, misal yang kaya, belum tentu besok masih akan menjadi kaya. Untuk yang miskin, belum tentu besok akan terus menjadi orang yang miskin. Yang hari ini hidupnya masih diberi kesehatan, belum tentu akan terus sehat, dan sebaliknya, yang sakit juga akan terus merasakan sakitnya. Kita tidak tau apakah yang menimpa kita adalah anugrah ataupun musibah. Untuk itulah, sudah semestinya kita selalu bersyukur dan meminta pertolongan kepada Allah. Karena hanya Beliaulah satu-satunya tempat kita kembali.

Disarikan dari ceramah subuh KH Ahmad Imam Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya, di Musholla Attaqwa Hsinchu, Taiwan, pada tanggal 01 April 2017.

Redaksi Taiwan Halal.


Share this article on
Today Quote:
The strong person is not he who has physical strength but the person is strong if he can control his anger (hadis)

Posted in taiwanhalal.com

Muhd Syamil

2017-07-02 11:42:43

assalamualaikum sir. do you speak malay/bahasa? i am at hsinchu city, i could really use guide from muslim. i do know where to get halal food from around. please help me. tq

Login to comment