Hikmah: Anda benar-benar orang baik, atau hanya karena Allah yang menutup aibmu?

Posted on: Taiwan Halal / By Faisal Fahmi / Editor Faisal Fahmi / 2016-08-02 16:21:38 / 1036 Views

Hikmah: Anda benar-benar orang baik, atau hanya karena Allah yang menutup aibmu?

Suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar dan menyeru dengan suara yang tinggi, "Janganlah kalian menyakiti kaum Muslim, janganlah menjelekkan mereka, janganlah mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudara sesama Muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan, siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia berada di tengah tempat tinggalnya." (dari Abdullah bin 'Umar)

Syekh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Mausu'ah min Akhlaqir-Rasul  mengungkapkan, di zaman sekarang ini sulit untuk menemukan orang yang dapat dipercaya dalam menjaga rahasia. Kebanyakan manusia-kecuali manusia yang mendapat pertolongan Allah-tak dapat menjaga rahasia orang lain. Padahal, membuka aib orang lain termasuk bagian dari khianat.
  
Dalam hadis di atas, Rasulullah menegaskan bahwa menutupi aib dan menjaga rahasia termasuk keutamaan. Nabi SAW menganjurkan agar umatnya senantiasa saling memelihara rahasia dan menutupi aib saudaranya agar dapat hidup bermasyarakat dalam ketenangan, kedamaian, juah dari keresahan, kedengkian, serta balas dendam.

Namun, kita sering melalaikan peringatan ini. Kita kerap kali bermain-main dengan aib. Kita lupa kalau suatu saat Allah SWT pun akan membukakan aib kita tanpa bisa ditolak. Sesungguhnya, ketika membuka aib orang lain, sama dengan memberitahukan aib kita sendiri.

 “Jangan sampai ucapan-ucapan kita, walaupun benar, membuka aib orang lain.” (Quraish Shihab)

Padahal, dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutup aib kita, baik di dunia maupun akhirat. Rasulullah bersabda, "Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya".

Aib merupakan sesuatu yang diasosiasikan buruk, tidak terpuji, dan negatif. Manusia tidak bisa lari dengan menutup diri terhadap kekurangannya. Manusia harus berintrospeksi dan menghisab diri sendiri untuk memperbaikinya. Umar bin Khattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum diri kamu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang."

Tubuh kita berisi organ-organ dalam yang tidak sedap dipandang mata, tetapi Allah menutupnya. Hati dan pikiran kita seringkali berisi niat busuk mengenai orang lain, tetapi Allah menutupnya. Masa lalu kita penuh berisi aib yang dapat merendahkan nilai diri kita di hadapan orang lain, tetapi Allah menutupnya. Allah menutup semuanya, yang ada di diri kita dan di diri orang lain. Jika Allah saja menutupnya, kenapa kita suka sekali membuka aib orang lain?

Dalam hidup, kita terkadang terlupakan dengan aib-aib sendiri yang begitu menggunung karena begitu seringnya memikirkan  aib orang lain. Kita juga sering lupa untuk bersyukur bahwa Allah telah menjaga aib-aib kita. Sesungguhnya, manusia bukanlah apa-apa jika semua aibnya dibukakan di depan mata orang lain.

Sumber: republika.co.id, gambar: infoyunik.com


Share this article on
Today Quote:
Declare your jihad on thirteen enemies you cannot see -egoism, arrogance, conceit, selfishness, greed, lust, intolerance, anger, lying, cheating, gossiping and slandering. If you can master and destroy them, then you will be read to fight the enemy you can see

Posted in taiwanhalal.com

Ade Ruswanto

2016-08-02 23:18:57

Assalamualaikum wr wb.Terima saran wahai saudaraku.muslim...was.........

Login to comment